Diabetes gestasional adalah diabetes yang muncul pertama kali saat kehamilan. Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah akibat perubahan hormon selama hamil yang memengaruhi kerja insulin. Biasanya terjadi pada trimester kedua atau ketiga dan sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Jika tidak dikontrol, diabetes gestasional dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu dan bayi.
Batas Nilai Diabetes Gestasional (TTGO 75 gram)
Diagnosis biasanya dilakukan dengan Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO/OGTT) 75 gram pada usia kehamilan 24–28 minggu. Diagnosis ditegakkan bila salah satu dari nilai berikut sama atau melebihi batas:
- Puasa ≥ 92 mg/dL
- 1 jam setelah minum glukosa ≥ 180 mg/dL
- 2 jam setelah minum glukosa ≥ 153 mg/dL
Gejala Diabetes Gestasional
Sebagian ibu hamil tidak merasakan gejala, namun beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:
- Sering haus
- Sering buang air kecil
- Mudah lelah
- Penglihatan kabur
- Luka sulit sembuh
Karena gejalanya sering ringan, pemeriksaan gula darah saat kehamilan sangat penting.
Penyebab Diabetes Gestasional
Penyebab utamanya adalah:
- Perubahan hormon kehamilan yang membuat tubuh kurang sensitif terhadap insulin
Faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya diabetes gestasional:
- Berat badan berlebih
- Riwayat diabetes dalam keluarga
- Riwayat diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya
- Usia ibu di atas 30 tahun
- Riwayat melahirkan bayi dengan berat badan besar
Cara Menghindari Diabetes Gestasional
Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan:
- Menerapkan pola makan sehat dan seimbang
- Mengurangi konsumsi gula dan makanan tinggi karbohidrat sederhana
- Olahraga ringan secara rutin, seperti jalan kaki atau senam hamil
- Menjaga berat badan ideal sebelum dan selama kehamilan
- Melakukan pemeriksaan kehamilan (ANC) secara rutin
Cara Mengobati Diabetes Gestasional
Penanganan bertujuan menjaga kadar gula darah tetap stabil:
1. Diet Khusus
Mengatur pola makan dengan:
- Porsi kecil tetapi sering
- Membatasi gula sederhana
- Memperbanyak serat dan protein
2. Aktivitas Fisik
Olahraga ringan membantu mengontrol kadar gula darah.
3. Pemantauan Gula Darah
Dilakukan secara rutin sesuai anjuran tenaga kesehatan.
4. Obat atau Insulin
Diberikan jika pengaturan pola makan dan olahraga belum cukup mengontrol gula darah.
Setelah persalinan, kadar gula darah biasanya kembali normal, tetapi ibu tetap perlu kontrol karena berisiko lebih tinggi mengalami diabetes tipe 2 di kemudian hari.