Perdarahan pasca persalinan adalah perdarahan hebat yang terjadi setelah melahirkan, baik dalam 24 jam pertama (primer) maupun setelahnya (sekunder). Kondisi ini merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu dan termasuk keadaan darurat medis. Normalnya, ibu memang mengeluarkan darah setelah melahirkan (lokhia), namun pada perdarahan pasca persalinan jumlah darah jauh lebih banyak dan berbahaya.
Gejala Perdarahan Pasca Persalinan
Tanda dan gejala yang perlu diwaspadai:
- Perdarahan sangat banyak (pembalut penuh dalam waktu singkat)
- Darah keluar terus-menerus atau menggumpal besar
- Lemah, pucat, dan berkeringat dingin
- Tekanan darah turun
- Jantung berdebar cepat
- Pusing atau pingsan
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan syok dan mengancam nyawa.
Penyebab Perdarahan Pasca Persalinan
Beberapa penyebab utama meliputi:
- Rahim tidak berkontraksi dengan baik (atonia uteri) – penyebab paling sering
- Sisa plasenta tertinggal di dalam rahim
- Robekan jalan lahir
- Gangguan pembekuan darah
- Persalinan lama atau bayi besar
Rahim seharusnya berkontraksi setelah melahirkan untuk menghentikan perdarahan.
Cara Menghindari Perdarahan Pasca Persalinan
Pencegahan dapat dilakukan dengan:
- Melahirkan di fasilitas kesehatan
- Ditangani oleh tenaga kesehatan terlatih
- Pemantauan kondisi ibu setelah persalinan
- Pemeriksaan kehamilan (ANC) rutin untuk mendeteksi faktor risiko
Penanganan aktif kala III persalinan sangat penting untuk mencegah perdarahan.
Cara Mengobati Perdarahan Pasca Persalinan
Penanganan harus dilakukan segera di fasilitas kesehatan.
1. Obat Kontraksi Rahim
Diberikan untuk membantu rahim berkontraksi dan menghentikan perdarahan.
2. Tindakan Medis Darurat
Meliputi:
- Pijat rahim
- Pemberian cairan infus atau transfusi darah
- Pengeluaran sisa plasenta
- Operasi bila diperlukan
Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang ibu untuk pulih dengan baik.