Astigmatisme adalah gangguan penglihatan yang terjadi akibat kelengkungan kornea atau lensa mata yang tidak normal (tidak berbentuk bulat sempurna). Akibatnya, cahaya yang masuk ke mata tidak terfokus pada satu titik di retina, sehingga penglihatan menjadi kabur atau berbayang, baik pada jarak dekat maupun jauh. Astigmatisme dapat terjadi sejak lahir atau berkembang seiring waktu.
Gejala Astigmatisme
Gejala dapat bervariasi tergantung tingkat keparahannya, antara lain:
- Penglihatan kabur atau berbayang – Objek terlihat tidak tajam pada semua jarak.
- Mata lelah – Terutama setelah membaca, bekerja di depan komputer, atau melihat dalam waktu lama.
- Sakit kepala – Akibat mata terus berusaha memfokuskan penglihatan.
- Sering menyipitkan mata agar dapat melihat lebih jelas.
- Kesulitan melihat jelas di malam hari.
Penyebab Astigmatisme
Astigmatisme umumnya disebabkan oleh:
- Kelainan bentuk kornea – Kornea berbentuk oval (bukan bulat sempurna) sehingga cahaya dibiaskan secara tidak merata.
- Kelainan bentuk lensa mata.
- Faktor keturunan.
- Cedera atau operasi pada mata yang mengubah bentuk kornea.
Cara Menghindari Astigmatisme
Sebagian besar kasus astigmatisme disebabkan oleh faktor bawaan sehingga tidak sepenuhnya dapat dicegah. Namun, deteksi dini sangat penting untuk mencegah gangguan aktivitas sehari-hari.
- Pemeriksaan mata rutin – Terutama pada anak-anak usia sekolah dan orang dewasa yang sering mengalami keluhan penglihatan.
- Menggunakan pencahayaan yang cukup saat membaca atau bekerja.
- Segera memeriksakan diri jika sering mengalami sakit kepala atau penglihatan kabur.
Cara Mengobati Astigmatisme
Penanganan bertujuan memperbaiki fokus cahaya agar jatuh tepat di retina.
- Kacamata silinder – Menggunakan lensa khusus untuk mengoreksi kelengkungan kornea yang tidak normal.
- Lensa kontak torik – Alternatif selain kacamata sesuai rekomendasi dokter.
- Operasi refraktif – Seperti LASIK, untuk memperbaiki bentuk kornea secara permanen.