Patah Tulang (Fraktur)

Patah Tulang (Fraktur)
  • Admin
  • 1 Views

Patah tulang (fraktur) adalah kondisi terputusnya atau retaknya kontinuitas tulang akibat tekanan atau trauma yang melebihi kekuatan tulang. Fraktur dapat terjadi pada siapa saja dan di bagian tulang mana pun, seperti tangan, kaki, tulang belakang, hingga tulang rusuk. Tingkat keparahan fraktur bisa ringan (retak halus) hingga berat (tulang bergeser atau menembus kulit).

Jenis-Jenis Fraktur (patah Tulang)

  • Fraktur tertutup → Tulang patah tetapi tidak menembus kulit.
  • Fraktur terbuka → Tulang patah hingga menembus kulit (berisiko infeksi tinggi).
  • Fraktur kominutif → Tulang hancur menjadi beberapa bagian.
  • Fraktur greenstick → Retak sebagian, sering terjadi pada anak-anak.

Gejala Patah Tulang

Gejala dapat berbeda tergantung lokasi dan tingkat keparahan:

  • Nyeri hebat pada area cedera
  • Bengkak dan memar
  • Bentuk tulang tampak tidak normal atau bengkok
  • Sulit atau tidak bisa menggerakkan anggota tubuh
  • Bunyi "krek" saat cedera terjadi
  • Pada fraktur terbuka terlihat tulang keluar dari kulit

Pada kondisi berat dapat disertai perdarahan dan syok.

Penyebab Patah Tulang

Fraktur terjadi akibat trauma atau kondisi tertentu, seperti:

  • Kecelakaan lalu lintas
  • Jatuh, terutama pada lansia
  • Benturan keras saat olahraga
  • Cedera kerja
  • Osteoporosis (tulang rapuh)
  • Cedera berulang (stress fracture)

Cara Menghindari Patah Tulang

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan:

  • Menggunakan alat pelindung saat berkendara atau bekerja
  • Berhati-hati saat beraktivitas, terutama di tempat licin
  • Menjaga kepadatan tulang dengan: Konsumsi kalsium dan vitamin D cukup, Paparan sinar matahari pagi, Olahraga beban secara teratur
  • Mencegah jatuh pada lansia (pegangan kamar mandi, pencahayaan cukup)

Cara Mengobati Patah Tulang

Penanganan tergantung jenis dan lokasi fraktur.

1. Imobilisasi (Tanpa Operasi)

  • Pemasangan gips atau bidai
  • Bertujuan menjaga posisi tulang agar menyatu dengan baik
  • Biasanya untuk fraktur yang tidak bergeser

2. Operasi (Tindakan Bedah)

Dilakukan bila:

  • Tulang bergeser
  • Fraktur terbuka
  • Tulang hancur

Tindakan meliputi:

  • Pemasangan pen, plat, atau sekrup
  • Fiksasi internal atau eksternal

3. Rehabilitasi Fisik

  • Fisioterapi untuk mengembalikan kekuatan dan fungsi gerak
  • Latihan bertahap setelah gips dilepas atau pasca operasi
Kategori: Poli Orthopedi