Foto ilustrasi: Getty Images/smolaw11 Jakarta - Seorang mahasiswi Kent University menceritakan pengalamannya terkena infeksi meningitis. Wanita bernama Annabelle Mackay (21) itu mengaku merasa beruntung masih bisa hidup usai dilarikan ke rumah sakit akibat infeksi yang menyakitkan.Mackay menduga dirinya tertular meningitis saat keluar malam di Club Chemistry di Canterbury pada 5 Maret 2026, atau kemungkinan di lokasi lain pada malam sebelumnya. Mahasiswi jurusan hukum itu mengira mengalami gejala COVID-19 dan sempat menjalani tes, tetapi hasilnya negatif."Kemudian saya mulai agak linglung, dan saya tidak benar-benar bisa berbicara dengan jelas dan saya juga sangat sensitif terhadap cahaya, jadi saat itulah saya berpikir ada sesuatu yang benar-benar salah," beber Mackay, dikutip dari Mirror UK. Kebingungan dan sensitivitas terhadap cahaya terang memang termasuk gejala meningitis.