Foto: Getty Images/alvarez Jakarta - Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap wabah meningitis di wilayah Kent, sebuah klaim palsu mendadak viral di media sosial. Unggahan tersebut menyebutkan bahwa Perdana Menteri Sir Keir Starmer telah memperingatkan bahwa Inggris mungkin perlu menerapkan lockdown mulai Mei 2026 jika kasus terus meningkat.Klaim ini bahkan mencatut kutipan yang seolah-olah berasal dari PM Starmer yang menyebut, "Saya akan melakukan apa pun untuk menjaga keamanan negara selama periode pemilu, meskipun itu berarti Anda tidak bisa keluar rumah."Meningitis adalah peradangan serius pada selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang (meninges), umumnya disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur. Penyakit ini adalah kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan segera untuk mencegah kerusakan otak permanen atau kematian. Dikutip dari The Independent, berdasarkan penelusuran dari lembaga pemeriksa fakta Full Fact, klaim tersebut adalah salah atau hoaks. Kantor Perdana Menteri telah mengonfirmasi bahwa Sir Keir Starmer tidak pernah mengeluarkan pernyataan semacam itu.Hoaks ini ditengarai bermula dari sebuah halaman satir di Facebook. Meskipun beberapa pengguna menyadari bahwa ini adalah lelucon, banyak orang yang telanjur percaya dan mengaitkannya dengan upaya manipulasi periode pemilu. Kenyataannya, tidak ada rencana medis maupun kebijakan dari pemerintah Inggris untuk memberlakukan pembatasan wilayah (lockdown) terkait meningitis. Otoritas kesehatan menegaskan bahwa meningitis tidak menyebar lewat udara secara masif seperti COVID-19, melainkan lewat kontak fisik yang sangat dekat. Oleh karena itu, prosedur penanganan yang dilakukan adalah vaksinasi dan pemberian antibiotik, bukan penguncian wilayah.