Foto: Getty Images/iStockphoto/Galang Muhamad Jakarta - Momen Lebaran yang mempertemukan seluruh sanak keluarga terkadang memunculkan benih asmara antar sepupu. Di beberapa komunitas, menikahi sepupu bahkan dianggap sebagai tradisi untuk mempererat ikatan kekeluargaan.Namun, dari kacamata medis, ada risiko kesehatan yang patut dipertimbangkan secara matang sebelum melangkah ke pelaminan.Risiko Genetik dan Cacat BawaanMasalah utama dari pernikahan kerabat dekat (konsanguinitas) terletak pada kesamaan DNA. Sebuah studi yang dilansir The Guardian menunjukkan bahwa pernikahan antar sepupu pertama dapat melipatgandakan risiko anak lahir dengan cacat bawaan. Di komunitas tertentu, faktor ini menyumbang hingga 31 persen dari seluruh kasus cacat lahir pada bayi. Mengapa hal ini terjadi? Secara biologis, manusia membawa gen resesif yang terkadang membawa sifat penyakit. Jika Anda menikah dengan orang asing, kemungkinan pasangan memiliki gen rusak yang sama sangatlah kecil. Namun, karena gen diturunkan dalam keluarga, menikah dengan kerabat dekat meningkatkan peluang kedua orang tua menjadi "pasangan pembawa" (carrier) gen yang serupa.